Tampilkan postingan dengan label pramuka. Tampilkan semua postingan

Mengapa Selendang Mahir?


Tulisan lawas saya

Minggu, 29 September 2013



Mengapa Selendang Mahir ?

Sejak tahun 1970an, WSB/WOSM mulai menata sistem pendidikan anggota dewasanya. Indonesia juga mengikuti.Ada NTC (National training Course) yang sekarang setara dengan KPD dan ITTC (lupa singkatannya) yang setara dengan KPL sekarang.
 Kakak2 kita yang mengikuti kursus sebelum tahun 1980 kemungkinan mengikuti NTC dan IITC. Mereka yang mengikuti pelatihan yang diselenggarakan World Bureau/WOSM sesuai tradisi menerima Manik Kayu 3 (NTC) dan Manik Kayu 4 (ITTC). Setelah tahun 80, pelatihan diserahkan pada NSO masing2, tidak lagi oleh dunia. Indonesia menyebut pelatihannya KPD dan KPL. Tidak ada tanda khusus yang dipakai untuk lulusan KPD atau KPL di Indonesia, tapi Pelatih yang telah diangkat (dengan SHL) boleh memakai tanda jabatan pelatih yang dibedakan antara golongan dan KPD/KPLnya.

 Sebelum tahun 1974, untuk menjadi Pelatih, seorang Pembina harus mengikuti Kursus Aplikasi Pelatih. Kebijakan Kwarnas adalah semua Pelatih lulusan Kursus Aplikasi Pelatih diminta meng-upgrade diri dengan mengikuti KPD. Ada juga yang tidak ikut. 

Yang sekarang berlaku, kita mengikuti sistem pendidikan pelatih pembina yang terdiri dari dua jenjang yaitu ALTC (Asisten Leader Trainer Course/KPD) dan LTC (Leader Trainer Course/KPL). LTC kawasan Asia Pacific ada juga yang diselenggarakan di Indonesia dan sesuai tradisi lulusannya mendapat manik kayu/ wood badge , maka sekarang kita mulai lihat kembali kakak2 yang memakai manik kayu saat berseragam Pramuka.

gambar 2 : http://lvacbsa.org


 Sistem kursus pembina di Indonesia saat ini juga mengikuti sistem yang berlaku di WOSM, kalau ada varian lokal seperti jenjang yang lebih banyak di malaysia, kerangka dasarnya tetap menggunakan sistem yang disepakati semua NSO yang bergabung di WOSM.

 Sekarang bicara soal pelatihan pembina yang mulai dikuak oleh Kak Sonny Prima Sanjaya. Berdasar apa yang saya baca dan diberitahukan pada saya, sistem pelatihan ini diciptakan oleh Kak Mutahar, Andalan Nasional Urusan Latihan / Nayawan COR Pusat pertama. 
Kak Mutahar sendiri punya ijazah tiga kemahiran, yaitu sebagai mahir siaga (Akeela Leader), mahir penggalang (DCC -S) dan mahir penegak (DCC-R) yang ketika menempuhnya diakhiri dengan pemberian manik kayu (wood badge). Jadi mustahil, beliau, sebagai yang diungkap kak Idik Sulaiman, memandang atribut pembina yang diakui seluruh dunia sebagai simbol persaudaraan sebagai lambang penjajahan.
 Bukan karena alasan itu, beliau menciptakan atribut pembina mahir seperti yang dipakai sekarang.

gambar 3 : ukscoutnetwork.org.uk


 Woodbadge itu merupakan manik hiasan kalung, yang menurut BP, diperoleh dari Raja Dinizulu. Ketika Woodbadge Course dibuka, beliau memberikan manik tersebut sebagai cinderamata / tanda bagi mereka yang telah lulus kursus tersebut. Dua buah bagi mereka yang telah mengikuti prakteknya. Oleh WSB, tanda tersebut disertai setangan leher dan woogle (ring kacu) dijadikan tanda bagi semua yang telah menyelesaikan kursus, mengikuti tradisi yang diciptakan BP sendiri. 

Bagi mereka yang kurang suka, fakta bahwa manik kayu diperoleh BP sebagi perwira Inggris yang dalam term politik sekarang adalah pihak kolonial, ditarik lebih jauh menyimbolkan penjajahan. Tentu saja BP hidup di zamannya, saat inggris menjajah Afrika. Namun kita tahu persis, keyakinan beliau setelah Perang Dunia I / Jambore Dunia I adalah mengembangkan persaudaraan dan perdamaian antar bangsa. Artinya sangat keliru bahwa BP mendukung penjajahan antar bangsa. Mengaitkan woodbadge/manik kayu dengan penjajahan merupakan tafsir salah yang harus dilawan.

 Kalau kita mau memahami posisi unik Gerakan Pramuka sebagai organisasi kepanduan nasional yang diakui pemerintah (ingat peristiwa penganugerahan Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional pada Gerakan Pramuka pada 14 Agustus 1961), kita harus tahu suasana zaman tahun 1950-1960an. Semangat anti kolonialisme (KAA 1955), Gerakan Non Blok membuat muncul sentimen tertentu pada semua yang berbau barat. Semua yang bernafaskan sosialisme kelihatan lebih menjanjikan. Nasionalisme begitu kuat menggebu-gebu dan diteriakkan di seantero penjuru tanah air. 

gambar 4 : pramadtsaneg.blogspot.co.id


Kepanduan yang kala itu kebanyakan ada di kota-kota besar, hanya diikuti sebagian kecil anak dan remaja dari keluarga menengah yang berpendidikan (kebanyakan barat) memang kuat, karena akarnya sejak zaman sebelum kemerdekaan. Namun dengan jumlah yang kurang dari setengah juta, mudah distigmatisasi sebagai produk Barat. Apalagi dari kaum kiri, yang tidak suka dengan kepanduan, yang titik berat didikannya adalah menjadikan orang-orang merdeka yang punya prinsip hidup yang dipegang teguh. Jelas bertentangan dengan ideologi kiri.

 Bung Karno pun dibuat merasa Gerakan Kepanduan di Indonesia kurang gregetnya untuk mendukung semangat kebangsaan yang revolusioner yang beliau galakkan.

BK adalah seorang yang sangat gandrung dengan persatuan. Ia melihat bahwa lemahnya peran Gerakan Kepanduan adalah karena terpecah dalam banyak organisasi (hampir 100 di awal tahun 60an). Kemudian kegiatannya terkesan kurang nyambung dengan semabngat pembangunan. Beda dengan gerakan pionir yang ada di negara2 blok timur. Kegiatannya dianggap sangat nyambung, termasuk belajar di pabrik dsb.nya.

Karena beliau bukan pemimpin kepanduan maka beliau mungkin kurang menginsafi manfaat kegiatan outdoor karena memang efeknya tidak seketika tapi jangka panjang. BK ingin sesuatu yang nyata, sekarang, kelihatan. 
Namun demikian, BK tetap memilih kepanduan, bukan gerakan pionir, namun beliau ingin kegiatannya diperbaharui. MPRS yang saat itu kuat nuansa kiri-nya menyetujui pembentukan Gerakan Pramuka dan memerintahkan penghapusan sisa-sisa Baden Powelism dari kepanduan. (Baden Powel-ism dianggap barat, barat kolonialis, demikian logika putusan politiknya).

Gambar 5 : tirto.id/


Dalam suasana kejuangan seperti Gerakan Pramuka lahir. Ia selamat tetap menjadi Gerakan Kepanduan, tidak jadi Gerakan Pionir. Untuk bisa survive dengan situasi zamannya, maka Gerakan Pramuka harus mampu menyesuaikan diri. Di sinilah jasa kak Mutahar dengan pemikiran jenialnya. ia mengadaptasikan pendidikan kepanduan sehingga bisa bernuansa sangat nasional. Pancasila dijadikan ruh yang mewarnai Gerakan Pramuka. Nilai-nilai kepanduan ternyata bisa disinergikan dan BK dengan antusias menerima Gerakan Pramuka sebagai organisasi yang sangat nasionalis dan sangat sesuai dengan visi KeIndonesiaan BK. 

Gerakan Pramuka oleh karenanya bisa bertahan tetap sebagai gerakan pendidikan kepanduan dengan tetap setia pada prinsip dasar dan metodik pendidikan yang digariskan oleh BP. Luar biasa bukan ! 

Dalam suasana itu, pakaian seragam kita dibuat, lengkap dengan pilihan warna, lalu atribut yang digunakan, yang kita terwariskan pada kita sekian tahun kemudian sudah hilang nilai-nilai filosofis yang mendasarinya. 

Demikian pula kursus pembina yang dikembangkan yang dulu enam jenjang (dasar A, dasar B, mahir 1, mahir 2, mahir 3 dan mahir 4) diciptakan. Sesuai dengan suasana zaman, Kursus dasar A itu isinya indoktrinasi manipol usdek (mirip penataran P4 zaman orba) yang kemudian dihapus setelah tahun 1966.

 Ketika pembina mahir selesai kursus, atibut apa yang mau diberikan ? Kak Mutahar mencari dari sumber Indonesia. Selendang adalah benda yang punya kedudukan khusus dalam pengasuhan anak, yaitu untuk mengemong/menggendong. Maka atribut ini yang dipilih sebagai atribut yang sangat Indonesia. Warnanya warna wulung, yang dalam tradisi menggambarkan keluhungan. Motifnya menggambarkan kobaran api semangat, yang memancarkan lidah api yang menyala2. (hati2 melipat selendang mahir, jangan terbalik arah lidah apinya). 

Menurut Kak Idik, tadinya akan dibuatkan toganya juga dan selendang itu disampirkan di atas toga, namun toganya tidak jadi dibuat.

Pita mahir mulanya dibuat untuk pengikat selendang di bagian depan agar tak lepas. Kemudian digunakan sebagai tanda harian yang dipakai pembina mahir di seragamnya sehari-hari. 
Selendang ini juga sebagai simbol bahwa para pembina adalah pengemban Ampera, Amanat Penderitaan Rakyat.

 Demikian kakak-kakak. Saya kupas dari suasana yang melatarbelakangi atribut pembina yang khas Indonesia ini. Kita berhutang banyak pada Kak Mutahar sebagai salah satu tokoh yang membidani dan mengasuh Gerakan kita di masa-masa awalnya.

Sekaligus, mengingatkan bahwa selendang dan pita mahir punya sejarah yang tak biasa. Dia bukan sekedar atribut tapi artefak perjuangan mempertahankan eksistensi kepanduan di Indonesia.

Diperbaharui 17 April 2018

====sumber tulisan : FB kak Hendro Prakoso

Kak "Maknyus" Peraih Baden Powell Adventure Award tutup usia



MULTITOOL VICTORINOX ORI (SECOND) SERI CLASSIC MURAH



Sukseskan Lomba Pramuka Tingkat V 2017


DHARMA

Hai kakak apa kabarnya long week end yang padat saat ini?
hampir disetiap minggu terjadi long week end, berbahagialah yang memiliki kampung halaman. Kesempatan emas ini biasanya diambil untuk ambil mudik sebelum puasa, apalagi yang kampungnya bisa ditempuh tidak sampai seharian perjalanan. Berkunjung kerumah saudara dan berziarah makam tentunya.

Terlalu jauh tentunya saya berbasa basi, oke kakak sesuai judul untuk kedua kalinya dalam blog ini saya membahas tentang Dasa Dharma Pramuka. Tentu kakak sebagai seorang anggota pramuka sangat hapal apa itu Dasa Dharma Pramuka pastinya...

Dasa yang memiliki arti sepuluh dan Dharma yang memiliki arti perbuatan baik/kebajikan. Sehingga jika digabungkan bahwa Dasa Dharma adalah sepuluh perbuatan baik / kebajikan seorang Pramuka tentunya. sehingga Dasa Dharma bisa dirujuk sebagai referensi tindak tanduk dan sikap seorang pramuka, yuk kita simak isi dari Dasa Dharma tersebut

Dasa Dharma Pramuka
Pramuka itu:

1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.
3. Patriot yang Sopan dan Ksatria.
4. Patuh dan Suka Bermusyawarah.
5. Rela Menolong dan Tabah.
6. Rajin, Trampil dan Gembira.
7. Hemat, Cermat dan Bersahaja.
8. Disiplin, Berani dan Setia.
9. Bertanggung Jawab dan Dapat Dipercaya.
10. Suci Dalam Pikiran Perkataan dan Perbuatan.

Balik lagi ke long week end minggu ketiga di bulan April 2017, salah satu gugus depan yang berada di Serpong melaksanakan kegiatan camping di Mandalawangi, Cibodas - Bogor - Jawa Barat. Beberapa orang pengurus Kwartir Ranting Serpong berencana untuk melakukan kunjungan di hari Sabtu, selepas mengajar di gugus depannya.

Meeting point di basecamp kwartir ranting serpong dijadwalkan pukul 13.30 WIB agar perjalanan tidak terlalu malam sampai tujuan. Tapi karena satu dan lain hal, kakak-kakak tersebut berangkat sekitar pukul 15.30 WIB, perjalanan cukup lancar begitu dengan cuaca hujan begitu lancarnya saat kakak-kakak tersebut baru saja melewati gerbang selamat datang kota Bogor. Sehingga memaksa kakak-kakak tersebut beristirahat dan menghangatkan badan mereka plus Ibadah Shalat AShar disebuah pom bensin pinggir jalan. Mengingat mereka saat itu menggunakan kendaraan roda dua,

Setelah dirasa istirahat cukup mereka melanjutkan perjalanan, saat melewati tol arah Sukabumi ada sesuatu yang terlihat janggal...Biasanya banyak kendaraan roda empat atau lebih yang keluar tol tapi saat itu begitu sepi, sempat terpikir oleh salah satu dari mereka "tumben yah long week end sekarang jalanan kaya punya sendiri" dan diamini oleh kakak-kakak yang lainnya.

Begitu pula saat mereka melintasi gerbang tol ciawi, tidak dialihkan bahkan kendaraan roda empat yang keluar dari pintu tol bisa dihitung jari. So perjalanan kami lanjutkan menikmati arus lalu lintas yang tidak biasa di Sabtu sore. Tapi saat menanjak memasuki Gadog kami harus terhenti karena ada kecelakaan beruntun yang terjadi, warga menghalau untuk tidak melintas dan di arahkan kejalan alternatif belok kiri dari tanjakan tersebut.

Karena banyak kendaraan yang mengambil alternatif tersebut maka mereka berfikir bahwa kendaraan roda dua tersebut semuanya satu tujuan. Sisi lain dari gadog dapat dilihat dari jalan tersebut yang berkelok-kelok dan terus naik, sehingga harus ekstra konsentrasi khawatir jika ada kendaraan lain diarah yang berlawanan. dipertengahan perjalanan kakak-kakak menemukan masalah. Bahwa yang dituju mereka ternyata kebun singkong dengan jalan tanah yang tidak manusiawi.

Namun ada seorang pengendara harley bilang "Ayo ikut saja ini, jalannya benar kok tinggal lurus saja, kalau putar balik jauh lagi jalannya. Ikuti saya saja". Sambil berlalu mengendarai motornya. Kakak-kakak saat itu belum yakin untuk melalui jalan tersebut sampai ada yang lewat dan berkata "Bener ini jalannya kata google map, cuma 20 menit dari sini". Dengan setengah hati mereka akhirnya memilih ikut melalui jalan tersebut mengingat waktu sebentar lagi maghrib.


Difoto dari bagian belakang karena kakak-kakak yang dibonceng minta untuk turun dari motor dan memilih berjalan kaki.

Tak jauh dari kakak-kaka tersebut ada sebuah motor yang berhenti karena standar dua motornya tidak bisa naik, setelah diperiksa ternyata "per" standar duanya hilang. mungkin karena medan jalan yang tidak bersahabat. Motor tersebut terdiri dari satu keluarga; ayah, ibu dan dua anaknya harus berkutat di medan jalan seperti itu.

Akhirnya kakak-kakak memutuskan untuk, berhenti dan menemani keluarga tersebut mencoba mengikat standar dua-nya agar motor bisa berjalan kembali. Dan alhasil mereka ditinggal oleh rombongan motor tadi di jalan seperti ini:


Waktu semakin sore dan tidak ada lagi kendaraan yang lewat, kalaupun ada mereka hanya bertanya benar ini jalannya : lalu melanjutkan perjalanan. Menurut cerita si bapak sudah meminta kakak-kakak untuk melanjtkan perjalanan, tapi melihat keadaan kakak-kakak tetap tinggal bahkan mencoba menghibur anak-anak mereka yang mulai ketakutan karena kondisi sudah agak gelap.

Setelah standar dua berhasil diikat perjalanan dilanjutkan tapi masalah si-standar dua tidak selesai sampai disana. Karena tali yang mengikatnya tidak cukup kuat maka dipertengahan perjalanan jatuh lagi, sampai beberapa kali. Namun, kakak-kakak masih tetap setia mencari solusi, anak perempuan si bapak berkata "Aku tahu cara buat tali, aku pernah diajarkan caranya" "dari apa?" tanya salah satu kakak" tertarik. "dari plastik bisa" lanjutnya. "Sayang yah disini tidak ada plastik" ucap si kakak. "Jas hujan saya plastik kan?" tanya-nya. "Iya tapi hujan belum berhenti nanti kamu malah kehujanan" jawab kakak yang lain. Inilah prepare ternyata penting, saat hal yang tak terduga perlengkapan yang spele harusnya ada disaku.

Disela-sela berhenti karena lagi-lagi kami harus meng-akal-i si-standar dua agar tidak jatuh. Si Ibu berkata "untung bertemu orang baik". "gak tahu jadinya kalau kami ditinggal sendiri dari jalan tadi". Si bapak pun menanyakan asal kakak-kakak dan tujuan, beliaupun menceritakan tujuannya dan tempat tinggalnya. Untuk kesekian kali bapak tersebut tidak enak, menyuruh kami untuk berjalan meninggalkan mereka karena jalan yang terakhir medannya sudah cukup bagus. "Tenang saja pak kami tidak sedang mengejar waktu dan buru-buru kami niatnya santai kok pak, cuma mau nengok yang camping".

Dan akhirnya mereka temukan jalan keluar, ke jalan raya setelah beberapa kali bertanya karena jawabannya sama hanya lurus saja ^_^ setiap bertanya.

Kakak-kakakpun terpisah dari keluarga tersebut mencari pom bensin terdekat untuk membersihkan diri, dan sedikit beristirahat. Sebelum melanjutkan perjalanan ke mandalawangi.

Lalu apa hubungannya dengan dasa dharma?

Jelas berhubungan dan sangat erat hubungannya, ada beberapa dasa dharma yang telah diamalkan oleh kakak-kakak tersebut selama perjalanan. Bukan bermaksud membanggakan diri tapi itu real, bukan cari sensasi atau simpati. Karena keluarga itu pun hanya akan bercerita kakak-kakak tanpa nama yang membantu mereka di jalan. Tapi untuk diri kakak-kakak tersebut sudah tertanam dasa dharma bukan hanya dilisan saat mengajarkan ke peserta didik tapi juga diterapkan tanpa mereka sadari.

Saat mereka bercerita didalam tenda tentang perjalanan mereka hari ini, saya pribadi mengambil hikmah dan pelajaran. Ternyata tuhan masih sayang mereka sehingga terhindar dari kecelakaan yang terjadi coba seandainya mereka jalan dan pas berada di TKP apa yang terjadi. Disaat yang sulit jangakan menolong orang lain tapi kakak-kakak tersebut rela, untuk tinggal dan menemani. Sedangkan yang lewat dan berlalu itu adalah anak-anak muda yang mungkin bisa membantu si Bapak dalam menyelesaikan masalahnya, tapi tidak peduli dan berlalu begitu saja.

Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia, yang ada dihati kakak-kakak saat itu sehingga memilih tinggal. Mungkin berpikir bagaimana, jika itu adalah keluarga kami?

Rela Menolong dan Tabah, rela untuk zaman sekarang itu sulit dilakukan semua harus ber-pamrih, ajaib jika masih ada anak-anak muda yang rela tanpa pamrih.

Terakhir, kenapa kakak-kakak itu dapat mengamalkan Dasa Dharma tanpa disadarinya, mereka bilang "Ah, yang kami lakukan biasa saja tidak ada yang istimewa". Namun bagi saya itu luar biasa tanpa disadarinya Dasa Dharma tidak lagi diucap tapi telah diamalkan. Dan pembina mereka telah berhasil mendidik adik-adiknya.

Pernah ada salah seorang pembina berkata "berhasil atau tidaknya didikan kita tidak bisa dilihat hari ini kak, tapi 25 tahun yang akan datang, adik-adik kakak akan menjadi apa kelak". Bukan menjadi apa profesinya tapi apakah adik-adik kakak dapat membentuk karakternya sendiri, atau masih menggelayut menjadi beban buat orang lain.

#jadilah manusia berdaya guna

Latihan Gabungan

Halo kakak-kakak apa kabar?
Sudah hampir long week end lagi yah...
Sudah punya rencana akan beraktivitas apa week end kali ini?
Tapi saya yakin long week end kali ini tidak akan terlalu macet karena sebagian muslim Indonesia sedang menjalankan ibadah puasa.
Tapi bukan berarti karena puasa, kita membatasi gerak kak. Semangat harus tetap semangat pagi.

Serpong, 21 Mei 2017

Minggu pagi saya harus sudah berlari-lari kecil, lari-lari didalam rumah apalagi dari kamar tidur ke kamar mandi.
Ada apa gerangan? Hari ini Pramuka Serpong akan mengadakan kegiatan kak.
Biasanya pagi-pagi saya masih melekat dengan kasur dan saudara-saudaranya, hari ini harus bangun lebih pagi.
Setelah memilih-milih baju dan tentu saja mengenakannya, maklum baju pramuka nyebur semua ke mesin cuci. Saya menyalakan motor dan berkendara ke rumah Kak Kwaran Serpong terlebih dahulu, baru setelah itu meluncur ke lokasi. Nah berikut ini laporan saya kak ...

Hari/Tanggal  : Minggu, 22 Mei 2017
Waktu             : Pukul 08.00 s/d 12.00 WIB
Tempat           : Lapangan Desa Babakan, Seberang Hotel POP, BSD
Kegiatan        : Latihan Gabungan


Kegiatan ini diikuti oleh 11 orang peserta, yang terdiri dari 5 orang penegak putri dan 6 penegak putra. Mereka berasal dari SMKN 01 Kota Tangerang Selatan dan SMKN 05 Kota Tangerang Selatan. Latihan Gabungan merupakan program Kegiatan Pramuka Penegak di Kwartir Ranting Serpong.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan, merupakan kegiatan survival sederhana yang harus diketahui oleh setiap orang. Kegiatan tersebut adalah :
1. Menyalakan Api dengan Pemantik
2. Tehnik Filtrasi dengan UAP
3. Kegiatan Tali Basic Prusiking dan Basic Rapeling

Di luar kegiatan tersebut, terdapat hal-hal baru yang belum diketahui Pramuka pada umumnya seperti alternatif makanan yang bisa dibawa saaat mendaki, kompor/api unggun cinta lingkungan, dan tehnik memasak makanan tanpa tersentuh api.

Kegiatan tersebut

dimulai - pramuka serpong



PRE ORDER (design doodle art : TUNASKELAPA01)

PRE ORDER (design doodle art : TUNASKELAPA01)
dibuka order kaos dengan sistem PRE ORDER

(setuju untuk diproduksi dan mentransfer sejumlah biaya yang telah disebutkan terlebih dahulu, sampai batas terakhir tanggal ditentukan untuk pembayarn terakhir, dan diproduksi setelah semua pengorder melakukan pembayaran)
keterangan ada di foto cekidot.
====
- untuk cek ongkir (wilayah tangsel sy anter sendiri)




Quote Baden-Powell

Setiap manusia, punya sesuatu yang dianggap "jimat" untuk me-recharge semangat, perenungan, dan lainnya. Dan setiap manusia juga punya kekaguman tersendiri terhadap setiap kata-kata mutiara dari orang yang dihormatinya.

Sebagai seorang pramuka, tentu kenal dengan Baden-Powell. Nah beliau juga punya banyak serangkaian kata mutiara, atau bahasa lainnya adalah "quotes" .

Semoga quotes B-P dapat menginspirasi kakak-kakak dan admin juga :)
Selamat menyimak :)





ngebolang ke kampung antah berantah di Rumpin menuju...

hai kakak kakak....
hari ini admin mau sharing cerita ngebolang bersama 2 adik penggalang ramu binaan, masih kelas 6 Madrasah...

jadi awalnya, selesai acara Rapat Kerja Ranting Serpong Tahun 2017, teman2 pengurus kwaran berencana berkemah (khusus pengurus). Namun karena admin membawa 2 bocil ke acara RAKER, tidak mungkin admin ikut berkemah yang lokasinya lumayan jauh.

hasilnya diakalin :D - sy bilang ke adik2 saya : kita ke gunung munara yuk....eh disambut baik....tinggal saya yang cari akal agar 2 bocil itu bisa terangkut, hehehe akhirnya tuti (tumpuk 3) karena postur mereka kecil2, dan jalurnya pun aman

cerita dimulai :)


Untuk memudahkan, mari kita mulai dari jalur terdekat dari jalur cisauk (kalo dari tempat tinggalku, jaraknya 16 km menuju lokasi) setelah jalur cicangkal, kami harus sabar, menahan deringan klahr mesin motor dan cipratan jalan rusak yang luar biasa campur batu kerikil, ditambah harus ekstra sabar karena sering berebutan jalan dengan mobil Fuso ban 6 (lumayan besar) membawa batu kali dan pasir.

setelah hampir sejam berkutat dengan lumpur kerikil dan mobil truk besar, akhirnya sy mencoba untuk mencari jalur alternatif, semoga saja semakin ringkas (siapa tau :D ) pas betul bertemu pemuda yang biasa markir jalur belokan kendaraan, ditanya lah dia : "Kang, lewat dieu bisa ka gunung munara?" (kang bisa lewat sini ke gunung munara?) "bisa, nanti ketemu jembatan lurus aja" tanpa pikir panjang, sepertinya perjalanan akan semakin mudah (siapa tau :D ) masuklah kami ke jalur itu, dan eng ing eng..... :D
untuk menuntun, silakan ikuti poin di gambar bawah beserta ceritanya masing2 :D
1. Mulai belok dari jalur "kebenaran" yang lika liku menuju jalur yang lembut dan landai (siapa tau :D ) 2. Mulai tanya, karena jalurnya aneh, mulai mengecil, ada warung, dan ditanya lah :
Teh, ieu jalur nu ka gunung munara lewat mana nyah? si Teteh nunjuk dengan tenang, ke arah kanan, ahhh pikiranku,,pasti ini mudah (siapa tau :D )
masuklah kami memulai jalur yang menyempit itu. dan Eng Ing Eng.....asli mulai panik, tapi biar tetap kelihatan cool di depan adik2 penggalang, saya santay :D aja,,,pasti mudah (siapa tau :D )

mulai lah masuk jalur mengecil dan hampir tidak mungkin, kanan kiri rumah orang dengan jarak selebaran stang motor (ahh apa iya? :D ) kemudian sy bertanya so cool, sambil mengajari caranya bersantun tanya kepada penduduk sekitar :) 3. "Aa punten, ini jalur ke gunung munara ya?" ohh bukan, tadi seharusnya lurus. Ohh lurus ya,,,, (bukannya tadi tidak ada jalan :D = mencoba santay :D ) tetap mencoba ikuti saran si aa. Kemudia berhadapanlah dengan kebun bambu yang,,,ahhh gak mungkin orang lewat sini :D (tetap mencoba santay :D padahal panik :D ) srabat srobot masuk kebon bambu :D
4. "Mak,nu ka gunung munara liwat mana nya?" tah nu eta,,,kek katimu jambatan lurus bae. Nuhun nyah mak :). Dan ternyata jembatannya haiiissshh......seuprit buat lewat motor :D tapi gak apa2 lah, daripada ketemu lumpur :D
5. "Pak nu ka gunung munara liwat mana nyah?" Oh lurus aja dek...oke pak makasih banyak (ternyata gak bisa bahasa sunda :D )
6.  Ke adek2 yang baru pulang ngaji, "Tong nu ka Munara liwat mana nyah" ohh lurus mang... (idih mamang :D ) Nuhun nyah tong :D

7. Wowww....sungai cisadane terhampar...deras luas. Mati...jalan buntu :D , "Pak jalan nu ka Munara lewat mana nyah?ikutin aja jalur ini pak (idih bapak..tua amat :D masih handsomania begini :D ) sebelah kiri masya ALLOH....sungai Cisadane masih terlihat sangar dari sini, masih bersih, masih bertaring,,,, tak lama, buntu lagi :D cie panik lagi :D 8. " Assalamualaikum pak (karena berpeci, mencoba santun, beradaptasi :) ) jalan nu ka Munara mana nyah?" OOhhh eta kaluhur (ke atas),,,nanjak. Jreng2...HOROR tanjakannya boo :D motor ku sampe berdenging dan mulai bau kopling :D alhasil itu bocil lebih milih turun dari motor, dan jalan kaki karena sadar motor sudah tidak sakti lagi :D (cobaan apa lagi ini :D ) 9. lagi seru-serunya nanjak, ehh ada belokan nah loohh....motor stop. Eh ada yang lagi nebang bambu, Ahmad, Cici (fikri), coba belajar nanya ke si Bapak di sana, dari kejauhan tampak si bapak nunjuk ke arah kiri, olrait. ke kiri kita. masih dengan si boocil jalan kaki dan pembina yang tampan ini di motor sambil ngedan tanjakan :D 10. waktu solat Ashar tiba, ketemu masjid, adek2 kita laksanakan dasa sharma poin 1, kita solat di sini (lupa nama masjidnya), berwudhu bersama bocil, tampak si cici mukanya mulai jenuh dan penasaran karena treknya tadi yg hampir gak manusiawi :D . selesai solat dicolek sama jamaah, bapak2 umuran 50an, "dari mana dek (baru kali ini mendingan :D ) " kami dari serpong pak, mau ke gunung munara. Ohh itu udah deket_katanya. Iya pak, makasih :) saya mau lanjut perjalanan lagi. sambil cek motor yang tadi ngedan :D , tampak lah tali rem mulai berubah posisi dan lumpur disana sini menyelimuti body motor :D sy bilang ke bocil "My Trip My Adventure" hahahaha

setelah sesi bertanya sampai 10 poin tadi, jalanan sudah mulai manusiawi dan motorawi (aman buat motor) :D di depan kami tampak menjulang dengan pongah dan angkuh, gunung munara. sampai di tempat penitipan parkir motor, kami langsung menuju kaki gunung munara, pas di sungai :) , sy bilang ke bocil :


Ahmad yang cungkring tanpa baju, cici yang sebelah kanan :D

"Yap sekarang jam 16.00, waktu kalian main air hanya 15 menit, kita pulang. Dan Kita tidak nanjak ke gunung munara, karena waktu tempuh kalian kurang cukup, oke. "OKE Kak_mereka kompak" byurr byur,,,,mereka sampe buka seragam dan tinggal celana dalam saja. Gih silakan mandi, sy mantau di sini. sambil motoin kalian.

Ahmad dengan gaya kacepet


Memantau selalu kegiatan peserta didiknya, itu tugas pembina pramuka































Yap..tepat jam 16.15 saatnya kita pulang, tidak melalui jalur yang tadi, OGAH :D ====

Tetap bahagia ya adik-adik ku....tetap yang dibanggakan orangtua kalian :)


senam otak - bagaimana caranya ...

senam otak yu kak!! :)
silakan pecahkan teka teki di bawah ini 


















Jawabannya adalah...:
gelas kedua, isinya dipindahkan ke gelas ke 5, mudah bukan? :)





kakak, tahu merk pisau victorinox? (saya termasuk yang menggunakannya :) ) ini sejarahnya...

Pada tahun 1884, Karl Elsener membuka sebuah usaha pisau potong di Ibach-Schwyz, di pusat Switzerland. Victorinox didirikan ketika Swiss masih merupakan salah satu dari negara-negara miskin di Eropa.

Sekitar tahun 1880, banyak penduduk Swiss yang menjadi pengangguran dan mereka tidak ada pilihan lain kecuali imigrasi ke negara lain untuk mencari lapangan kerja. Walaupun keadaan ekonomi yang sulit seperti itu, Karl Elsener mengambil inisiatif dan membangun sebuah perusahaan berkembang dengan membuka bisnis alat pemotongnya dimana kelak perusahaan ini menjadi sebuah perusahaan global yang telah melewati perjalanan sejarah 125 tahun. 


(sumber gambar : https://www.kaskus.co.id/thread/53517e40bfcb174a798b4768/sejarah-berdirinya-victorinox/)























Karl Elsener sebagai pelopor Victorinox sangat mengutamakan semangat kepeloporan, kejujuran dan akar yang dalam dalam menjunjung tinggi negara Swiss. Filosofi ini tetap dipegang teguh perusahaan ini selama 125 tahun terakhir dan sudah hidup mendarah daging dalam perusahaan tersebut dan di dalam produk-produk mereka sendiri (Produk Victorinox selalu membanggakan pisau Swiss mereka). 

Kontinuitas juga mencirikan organisasi. Sejak didirikan pada tahun 1884, Victorinox tetap perusahaan keluarga dan tetap tinggal independen sampai dengan saat ini. Keluarga Elsener, yang mendirikan perusahaan ini, memiliki 10 persen dari saham Victorinox. 90 persen sahan lainnya dimiliki oleh yayasan Victorinox. Model ini akan mengamankan masa depan perusahaan dan memberikan keamanan kerja dalam jangka panjang.

(sumber : https://www.kaskus.co.id/thread/53517e40bfcb174a798b4768/sejarah-berdirinya-victorinox/)

=======
Salah satu contoh Produk Victorinox :






Siapa Penemu Gergaji (pengetahuan)?





Lu Ban adalah orang jujur, waktu kecil hidup tidak bahagia. Dia pintar dan cekatan, terampil dalam menciptakan sesuatu. Ketika dia bekerja membuat pagoda Budha, di kota lain, dia membuat sebuah pesawat layang dari kayu.

Kemudian dia mencoba naik pesawat kayu tersebut dan terbang. Akhirnya, dia pun bisa sering-sering pulang kampung dengan naik pesawat kayu tersebut. Namun tidak ada orang yang tahu tentang hal tersebut. Hingga suatu saat, keluarganya mengetahui bahwa istri Lu Ban hamil.

Padahal, Lu Ban sedang bekerja dalam waktu lama di luar kota. Setelah didesak oleh mertuanya yang merasa curiga, maka istrinya menceritakan bahwa Lu Ban sering pulang dengan menggunakan pesawat layang kayu tersebut.

Ketika perang meletus, Lu Ban juga pernah membuat pesawat layang, dan mengunakannya untuk menyelidiki keadaan militer Negara Song. Selain pesawat layang kayu, dia juga menciptakan layang-layang, payung, gergaji, jembatan, dll.

(sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Lu_Ban)
=======

Nah kalau gergaji tali seperti gambar di bawah siapa ya penemunya?


Pemantik Api, Skill outdoor

saat admin penggalang, inget sekali perkataan pembinaku, "Seorang penggalang, harus bisa membuat api tanpa bantuan minyak (korek api masih boleh)", melekat betul diotaku. berkesan.

dan bagaimana dengan sekarang? apakah kemampuan itu harus dimiliki? sangat iya. selain sebagai bekal skill outdoor, juga sebagai latihan fisik dan emosional. ingat konsep SESOSIF (masih ingat? hehehe)

kemudian, admin menantang sendiri, diri ini, harus tidak menggunakan korek api, apakah bisa? oo sangat bisa ternyata, silakan saksikan di video ini (link video ada di bawah postingan), model diperankan oleh penggalang rakit binaan admin :)


dan alat tersebut dinamakan pemantik, firestarter, sirestarter stick (banyak versi namanya heheh)

======
barang tersedia, silakan diorder :)


link video di sini

sejarah hammock (ayunan outdoor)

(sumber : http://lifestyle.liputan6.com)
Saat stres melanda karena rutinitas keseharian yang membelenggu, tidur di atas hammock dengan hamparan pemandangan alam merupakan aktivitas yang tepat. Matahari yang hangat, angin yang lembut, dan kicauan burung di sekelilingnya membantu Anda memulihkan pikiran, dan mengembalikan rasa cinta Anda dalam suasana damai. Rebah di hammock kini telah menjadi tren di kalangan traveler.

Namun tahukah Anda tentang sejarah keberadaan hammock? Sebuah situs bernama Hammockstore, yang dikutip Kamis (31/3/2016) mengungkapkan, tempat tidur gantung ini awalnya terbuat dari tenunan pohon Hamack. Kemudian berkembang menggunakan bahan kulit karena dirasa lebih memiliki banyak serat dan lembut. Nama “Hammock” sendiri diambil dari nama pohon yang seratnya diambil untuk dijadikan tempat tidur gantung.


Dalam satu versi lain diceritakan, tradisi tidur menggantung di antara dua pohon dibawa Colombus saat dirinya berpetualangan menemukan “Dunia Baru”. Tradisi ini kemudian menyebar dan dilakukan juga oleh para pelaut Inggris dan Perancis, mengingat tempat tidur gantung sangat berguna dan praktis saat mereka berada dalam suatu ekspedisi laut.

Dari kebiasaan Colombus, tradisi ini kemudian berkembang di negara-negara Amerika Tengah dan Selatan, seperti Meksiko, Guatemala, Nikaragua, el Savador, Kosta Rika, hingga Brazil dan Ekuador. Seiring perkembangan zaman, kini hammock diproduksi dengan berbagai jenis bahan, dan dikembangkan sehingga mudah dibawa dan digunakan.

Banyak alasan mengapa saat traveling seseorang perlu membawa hammock. Soniel Zai, salah seorang pendiri komunitas Solo Hammockers menuturkan, “Hammock sangat simpel, mudah dibawa, dan memiliki fungsi yang vital karena bisa menggantikan fungsi tenda saat berkemah di tempat yang tidak terlalu dingin. Hammock benar-benar membawa seseorang menikmati keindahan alam.”

sumber : http://lifestyle.liputan6.com
====







belajar membuat simpul bola (video)




silakan klik tautan tutorial nya, diperagakan oleh penggalang ramu

Sendok Garpu outdoor + gantungan kunci (free tali paracord)

Silakan hubungi admin, via komentar di kolom :) jika berminat :)

Menaksir ketinggian (pohon) tanpa hitungan pembagi*

*sedikit mengajak berfikir (kalapahejo)
kakak, apakah kita termasuk yang selalu mengiyakan apa kata pembina kita dahulu? sedikit-sedikit coba buktikan, apakah benar ajaran pembina kita dahulu?

adakah yang bisa diperbaharui?


sedikit sharing dari saya, seorang pramuka biasa, yang tidak ingin terlalu hinar bingar dengan "iya saja". 

Yuk belajar berfikir tentang referensi sumber bukti dan bacaan :)




apakah kita juga termasuk yang mengiyakan, bahwa tinggi tongkat pramuka adalah 160cm? :)
sayangnya teori ini sangat bermanfaat buat para "maniak lomba pramuka". dan saya termasuk yang tidak suka pramuka dilombakan :) maka berbahagialah

*silakan baca juga referensi yang saya tuliskan di gambar tersebut :)

Latihan Baris berbaris hanya membuat pembina yang malas dan tidak imajinatif....-Baden Powell

-SELF REMINDER-
untuk kami :)

Perjuangan Kakek 72 Tahun Ikut Jambore Nasional, Naik Motor 5 Hari dari Bengkulu

Semangat kepramukaan rupanya tidak hanya berkobar di nadi para muda-mudi saja. Namun mengalir deras di dalam diri seorang kakeh berusia 72 tahun ini.
Asmu'i Moksum (72) namanya. Seorang guru honorer yang juga pemibina pramuka dari Bengkulu. Ia berjuang ikut meramaikan kegiatan Jambore Nasional (Jamnas) di Bumi Perkemahan dan Wisata (Buperta) Cibubur.
Ada yang menarik dari semangat Asmu'i mengikuti Jamnas di Cibubur. Dimana ia hanya berbekal uang 150 ribu dan satu kendaraan sepeda motor.
"Saya dari bengkulu ke Cibubur naik motor bebek, merknya KTM, bawa uang cuma 150 ribu dari sana," ucapnya.
Asmui mengatakan bahwa uang 150 ribu itu didapatnya dari hasil menjual karet.
(kisah selanjutnya dapat dibaca di sini.... )
sumber Tribunnews Bogor